Laman

Minggu, 31 Maret 2013

BURUH


Hari ini aku masuk sekolah lebih awal dari biasanya, meski ini hari Sabtu. aku tidak bisa leyeh –leyeh seperti hari sebelumnya. Hari ini Aku diamanati oleh Pak Jono Purek untuk membantu para mahasiswa. Sepertinya akan menjadi hari yang melelahkan untukku.

Budi, mahasiswa yang setiap hari datang ke kampus dengan motor vespanya. kali ini akan menjadi bosku. Berdasrkan apa yang aku lihat semalam di aula lantai 2 gedung utara, siang ini aka nada pertemuan para buruh, pemerhati buruh dan barangkali juga akan hadir makelar buruh. Berbicara buruh, bukannya aku ini juga termasuk buruh. Katanya acara workshop

Budi, mahasiswa semester 6 itu adalah salah satu panitia acara. Kali ini dia menjadi bagian konsumsi, aku bisa menebak lantaran apa yang ia sampaikan kepadaku. Perihal mamiri dan mamirat, Budi itu orangnya ruwet, dia memintaku untuk membeli nasi di warung Primarasa. Padahal, tempatnya agak jauh dari kampus. Otomatis dari  perintah ini aku akan menangggung resiko moral, karena melewati beberapa warung yang juga menjual makanan. Dan Untuk menuju warung Primarasa, akau akan melewati warung Ijo dan warung Jos. parahnya, di kedua warung itulah aku sering ngebon. Namaya juga tugas, pie pie ya harus dilakoni. Toh kalau kewajiban ini akau kerjakan dengan baik pasti akau akan mendapat hakku dengan baik pula

*****

Pukul 10. 00 WIB acara telah berjalan beberapa menit.  aku mendengar seseorang sdang memberikan pidato sambutannya. Meluap-luap sedikit tak terbendung seperti lahar dingin Semeru, juga terdengar riuh laksana demo para buruh menuntut kenaikan gaji.

“Buruh adalah kaum minoritas yang harus kita bela”, sayup –sayup aku mendengar kalimat itu, sedetik itu juga perhatianku beralih.

Kok minoritas? Bukannya 1 pengusaha itu memiliki banyak sekali buruh, minoritas apanya ya? Begitu pikirku. Penggalan kalimat itu memaksa seseorang yang tak pernah mendapat nilai 100 pada mata pelajaran bahasa saat sekolah untuk berpikir kritis, kritis ala buruh kampus. Setelah acara ini selesai dan tugasku rampung, aku harus mendiskusikannya dengan Mas Rifa. Dia seniorku, bukan senior sebagai tukang kebun kampus. Melainkan senior yang aku posisikan sebagai tempatku berkonsultasi semua hal. Kecuali asmar….!. Mengapa minoritas, apa bedanya dengan karyawan, kenapa selalu menuntut kenaikan, kenapa buruh. Dari sudut pandangn sosial dan linguistik. Seolah kalimat itu menjadi tema diskusiku nanti, dan biarlah kalimat itu bergelanyut di dalam labirin otakku.

“Beep……..”, HP bergetar. Satu pesan masuk

“ Cak, amunisi segera disiapkan”, satu kalimat berisi empat kata dengan satu koma memberikan isyarat kepadaku untuk mengambil nasi bungkus di warung yang telah ditentukan, Primarasa.

Dan kelanjutan isyarat itu adalah aku mengambil motorku, keluar gerbang kemudian belok ke kanan sejauh 300 meter. Mengambil nasi harus sendiri atau bisa dengan teman asal rela uang rokok berkurang.
Warung Primarasa. Warung yang terletak tak jauh dari kampus ini lebih sering menjadi jujugan para sopir truk Lombok dari pada sebagai tempat makan mahasiswa, harganya agak lumayan dan memang ini sebanding dengan servisnya. Selalu rame, sebagai orang jawa, terlebih yang tinggal di Banyuwangi, Aku lebih  mempercayai larisnya warung ini karena adanya pengaruh Jimat Sewel Kotel. Semacam pelaris atau santet lah, Santet bukan berarti mengirim sajam ke perut orang lo, menambah daya Image Building tempat usaha juga bisa dilakukan santet. Warung ini memperkejakan 5 karyawan , mereka pantas disebut karyawan karena penampilannya seksi. Dan satu orang penjaga parkir yang kondisi sofwarenya mungkin setengah duabelas. Ciri khasnya memakai topi dengan tulisan Harley. Topi yang dihargai 5ribuan di daerah Bandung.

Setelah memarkir sepeda, aku segera masuk. Aku langsung menuju dapur. Dapurnya lumayan luas, ada beberapa karyawan  nampak sibuk. Sebagian tak asing di mataku, yang sedang Pitel-Pitel itu orang belakang kampus. Yang sedang Cithek Geni orang dekat tugu batas.  Sepertinya kali ini ada wajah yang baru aku lihat. Seorang ibu yang luwes menanak nasi.  Perkiraanku usianya tak jauh dari Bu Ginten si pemilik warung.
“Sampean mas Joyo ya?” Tanya wanita paruh baya itu

“ Injih bu, kok tau nama saya?”

“Kelihatan dari baunya”, jawabnya sambil bercanda. Pastinya dia tak kesulitan menghapalku. Pasti tadi Bu Ginten
telah memberitahunya. Apalagi kaos ospek yang aku pakai sangat mengidentifikasikan diriku sebagai buruh Sekolah Tinggi Ekonomi Durgadurgi.

“Saya mau ambil pesanan bu?”

“Ya, tunggu sebentar ya…”
aku harus menunggu, tak apalah, untung tinggal beberapa bungkus saja.

“Ibu karyawan baru ya?” tanyaku datar

Oalah… karyawan apa to nak, saya ini Cuma buruh Adang Sego. Kebetulan hari ini banyak pesanan, salah satunya pesanannya nak Joyo.”

“Lha biasanya ibu kerjanya apa?”

“Saya ini cuma buruh tani, ya kadang bantu bapak besik-besik di sawah. Kadang diminta tolong tetangga bantu maton” jawabnya dengan senyum merdeka.

“Beh, uangnya banyak bu?. Setiap hari di sawah” tanyaku memancing.

Alah,,, seng penting kenek digae tuku bawang karo Lombok mas”,

Suasana dapur tetap mengepul. Para karyawan setia dengan diri dan tugasnya. Seolah mereka ingin mendarmabaktikan tenaganya demi Motto Agung Warung Primarasa,

“Bedakan Rasanya, Rasakan Bedanya, Yang Penting Rasanya Bung   !!!!!!”

Selasa, 08 Januari 2013

CATATAN PEKAN PERTAMA

kala KaShulhanan Nusantara Bertutur Proudly of tired, setidaknya dua kalimat itu mewakili apa yang telah aku lakukan selama hampir seminggu ini. Tandur or planting a rice in farm, LAKMUD (Latihan Kader Muda) bisa terlaksana dengan baik. Padahal pada zaman dahulu kala 2 kegiatan itu seperti makruh dilaksanakan bersama. #1_ Sehari Sebelum Pelaksanaan Lakmud …………………………… Lakmud diawali dengan dialog umum Jika saja mau, sengketa atas 2 petak ruang kelas di STAI Darussalam (STAIDA) itu akan meruncing. Maksud hati berkeinginan mengadakan kegiatan berupa dialog bersama paramuda lainnya di aula kampus yang ada di Blokagung itu, aula yang dipaksakan dari perpaduan 2 lokal ruang yang bertemu dan membentuk sudut siku. Aku sudah menembusi kepada pucuk Pimpinan STAIDA atas hak guna ruang itu pada tanggal yang telah ditentukan, jumat 4 Januari 2013 bar duhur cengkling. Dan sang komandan STAIDA bapak Kholiq Syafaat sudah acece. Namun apa daya kekuatan lisan tidak segera diikuti oleh legalitas berupa secarik kertas, Surat Ijin Penggunaan tempat. Luput sudah, tanpa kami ketahui sebelumnya. Sahabat-sahabat Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) telah melayangkan surat kepada sekretariatan STAIDA. Di hari yang sama, tempat yang teristimewa itu juga akan menjadi venue kegiatan teman-teman KPI berupa bedah novel karya sodara Ardian, santri Darussalam. Hemmmmmmm Nasi telah menjadi bubur, Bubur tak mungkin diubah menjadi nasi seperti keadaan sebelumnya, bisa-bisa malah menjadi nasi akingh. solusi paling cerdas adalah menjadikannya bubur rasa ayam, setidaknya begitu. Berbagai lobi dilakukan, ndilalah kersane ngAllah semua kontak bala2 KPI tidak bisa dihubungi. Tercatat di HP mungilku 27 panggilan kepada nomor-nomor KPI menghembus tanpa balasan. Keadaan ini berlangsung hingga H-1, akhirnya tanpa terdengar munculnya nada dering, monitor LCD menampilkan tanda inbox terisi. “Ada apa han?”, kurang lebih begitu isi sms dari nope yang tidak aku kenal. “Bro, bedah bukunya pagi kan?”, aku membalas. “ya” jawaban singkat dari nomor yang sama masuk ke inbox. Aman..!! Tak berselang dari itu, Seprtinya cakrawala informasi yang sempat macet beberapa saat telah terbuka. Informasi pating kliwung bermunculan, hampir 101% info mengenai bedah buku terangkum dalam otakku. Mulai htm 10.000 + bonus ikut Casting, sampai info yang membuatku menahan nafas (walau hanya 3 detik). ACARA BEDAH BUKU DIMULAI PAGI HARI DAN DILANJUTKAN SAMPAI SORE. Ooooooohhh tidak…!!!, rencana memakai ruangan itu di sore hari jelas tidak bisa. Akhirnya, Loby.. Loby… Loby…. Loby….. Loby…… dan tiba giliran ketua STAIDA memberi jawaban. “Tidak bisa, terpaksa acara harus diundur” Suara itu mengalun penuh wibawa khas lulusan universitas negeri 1001 malam, namun sepertinya kali ini telingaku tidak bisa berkoalisi dengan suara siapa pun jika itu berbunyi TIDAK, meski itu disampaikan semerdu suara beyonce. #2_360 Menit Sebelum Pembukaan Rencana B Finally, Pembukaan dilaksanakan langsung di tempat pelatihan. Di sebuah ruang terbuka, tanpa partisi namun masih beratap. Sejuk, sinar matahari bisa menyapa setelah jam 10 siang. Di sebelah barat terdapat kolam persegi panjang seukuran lapangan badminton. Dikelilingi pagar bambu, dengan hiasan daun-daun markisa yang membentuk kanopi. Di sampingnya, ada sekitar 50.000 bibit sengon. Lokasi itu Nampak asri dari jalan yang ada di sebelah baratnya. Dari tempat peserta duduk, gugusan pegunungan yang membentang dari pantai selatan hingga pengunungan Raung terlihat dengan jelas. PP Darussalam Unit 3. Itulah deskripsi singkatnya Di tempat itu pula, selain harus menyiapkan peralatan ibadah magrib. Kita juga harus menyiapkan losion anti nyamuk setiap kali matahari telah menghilang dari langit senja. Nyamuk di sini janjek liar Tempat beres, semua beres. Keculai en a er a es u em be er, Narasumber. Entah karena mereka tau tak akan kami bayar atau emang apa. Semua minta ganti jadwal. Ada yang minta ganti hari, ada yang minta ganti jam, ada yang minta pindah dari siang ke malam hari. Ada yang ini itu. Termasuk permintaan semacam penyediaan liquid C…… D…. (LCD) atau kurang lebih maksudnya “tolong sediakan projector dan screen”, Semua bisa dilalui dengan selamat sampai tujuan, meski ini harus meminta tumbal (mis****. Capek dll.) dari sebagian panitia. Satu hal yang terlupa, aku lupa sms kamu, lupa mengingatkan kamu untuk makan dan mandi #3 On Fire Berita acara Lakmud dimulai tanggal 4 januari 2013 Pembukaan dilaksanakan setelah shalat jumat Dibuka oleh Mr. Khozin haris (beberapa menit sebelum waktu shalat jumat, terjadilah percakapan antara seorang anak manusia dengan FB nya “hari jumat, tidak usah jumatan tapi punya pahala yang sama atau lebih dengan shalat jumat ada ga ya??” kalimat yang tertulis pada wall FB. ====== tertidur dan bermimpi bertemu Rasul. Titik – sebuah jawaban yang juga dia praktikkan) #4__ Dial Log In Bandung Bondowoso bisa merubah batu dan sebidang tanah menjadi komplek Candi Sewu dalam semalam. Itulah Bandung Bondowoso, sorang satria yang namanya kini dijadikan nama daerah, Bandung yang terletak di Jawa Barat. Kota sejuk dengan kekayaan para gadisnya yang cantik. Sedangkan Bondowoso sebuah kabupaten yang terletak di timur Jawa dengan mayoritas tanaman singkong yang merajai wilayahnya. Terkenal sebagai penghasil tape yang manis. Mirip gadis Manis: Tape Manis Sedangkan kami, panitia tertantang untuk merubah ruang kuliah dlam waktu setengah jam untuk disulap menjadi tempat dialog. Tantangan terbesar adalah menata meja ukuran 3x2 sebanyak 7 buah menjadi sebuah pentas. Akhirnya kami bertiga menata panggung akbar tersebut, Junior 1 dan junior 2 menmaniku (nama sengaja disembunyikan karena menyangkut martabat manusia). Tak sempat terpikir apalagi diharapkan, kedua junior kesurupan saat menata pentas. Tak terkecuali temannya kedua junior, bedanya dia tak begitu parah. Meski mereka kesurupan dan clometan tiada henti, namun mereka tetap bekerja menata tempat tersebut. Konon mahluk halus yang menyusup pada sukma mereka berasal dari luar daerah. Bukan dari Banyuwangi, itu artinya ini adalah ulah mahluk halus iseng bukan hasil niat buruk tetangga yang mungkin terganggu acara kita. Dugaan mahluk halus dari luar kota itu semakin terasa benar saat dari mulut junior keluar kata-kata perkenalan secara bergantian. “ MASIH BERSAMA MO,,,, NA,,, TA” “SAMUDRA RECORD, HM JOMBANG, SAYA SI RAMBUT JANGUNG MEMPERSEMBAHKAN……*7^%$##2??><.,.,. ….” Ketika junior 1 berkata demikian, aku sudah tersadar. Aku bisa meraba-raba dalam pikiranku. Jin yang masuk dalam diri kami adalah setan dari jombang, rambutnya panjang sebesar jagung dan berwarna kuning seperti jagung. Ngeri juga sebenarnya. Namun tiba-tiba dugaanku sedikit berubah. Masa’ iya ada mahlus halus bisa berbahasa inggris atau bahkan berasal dari sana. Tiba-tiba junior 2 sambil agak membungkuk dan berekpresi seperti orang yang mau bersin dia ngomong tidak jelas “YONG JENERASEN OP MUSIK. DE BESSSSSSS, DE BESSS DANGDUT !!!”, seketika aku membaca surat-surat pendek yang aku hapal sebanyak mungkin. Ternyata dan ternyata, perewangan MC Dangdut Koplo telah menguasai segenap jiwa raga kami. Music…….!! bersambung kala KaShulhanan Nusantara Bertutur Proudly of tired, setidaknya dua kalimat itu mewakili apa yang telah aku lakukan selama hampir seminggu ini. Tandur or planting a rice in farm, LAKMUD (Latihan Kader Muda) bisa terlaksana dengan baik. Padahal pada zaman dahulu kala 2 kegiatan itu seperti makruh dilaksanakan bersama. #1_ Sehari Sebelum Pelaksanaan Lakmud …………………………… Lakmud diawali dengan dialog umum Jika saja mau, sengketa atas 2 petak ruang kelas di STAI Darussalam (STAIDA) itu akan meruncing. Maksud hati berkeinginan mengadakan kegiatan berupa dialog bersama paramuda lainnya di aula kampus yang ada di Blokagung itu, aula yang dipaksakan dari perpaduan 2 lokal ruang yang bertemu dan membentuk sudut siku. Aku sudah menembusi kepada pucuk Pimpinan STAIDA atas hak guna ruang itu pada tanggal yang telah ditentukan, jumat 4 Januari 2013 bar duhur cengkling. Dan sang komandan STAIDA bapak Kholiq Syafaat sudah acece. Namun apa daya kekuatan lisan tidak segera diikuti oleh legalitas berupa secarik kertas, Surat Ijin Penggunaan tempat. Luput sudah, tanpa kami ketahui sebelumnya. Sahabat-sahabat Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) telah melayangkan surat kepada sekretariatan STAIDA. Di hari yang sama, tempat yang teristimewa itu juga akan menjadi venue kegiatan teman-teman KPI berupa bedah novel karya sodara Ardian, santri Darussalam. Hemmmmmmm Nasi telah menjadi bubur, Bubur tak mungkin diubah menjadi nasi seperti keadaan sebelumnya, bisa-bisa malah menjadi nasi akingh. solusi paling cerdas adalah menjadikannya bubur rasa ayam, setidaknya begitu. Berbagai lobi dilakukan, ndilalah kersane ngAllah semua kontak bala2 KPI tidak bisa dihubungi. Tercatat di HP mungilku 27 panggilan kepada nomor-nomor KPI menghembus tanpa balasan. Keadaan ini berlangsung hingga H-1, akhirnya tanpa terdengar munculnya nada dering, monitor LCD menampilkan tanda inbox terisi. “Ada apa han?”, kurang lebih begitu isi sms dari nope yang tidak aku kenal. “Bro, bedah bukunya pagi kan?”, aku membalas. “ya” jawaban singkat dari nomor yang sama masuk ke inbox. Aman..!! Tak berselang dari itu, Seprtinya cakrawala informasi yang sempat macet beberapa saat telah terbuka. Informasi pating kliwung bermunculan, hampir 101% info mengenai bedah buku terangkum dalam otakku. Mulai htm 10.000 + bonus ikut Casting, sampai info yang membuatku menahan nafas (walau hanya 3 detik). ACARA BEDAH BUKU DIMULAI PAGI HARI DAN DILANJUTKAN SAMPAI SORE. Ooooooohhh tidak…!!!, rencana memakai ruangan itu di sore hari jelas tidak bisa. Akhirnya, Loby.. Loby… Loby…. Loby….. Loby…… dan tiba giliran ketua STAIDA memberi jawaban. “Tidak bisa, terpaksa acara harus diundur” Suara itu mengalun penuh wibawa khas lulusan universitas negeri 1001 malam, namun sepertinya kali ini telingaku tidak bisa berkoalisi dengan suara siapa pun jika itu berbunyi TIDAK, meski itu disampaikan semerdu suara beyonce. #2_360 Menit Sebelum Pembukaan Rencana B Finally, Pembukaan dilaksanakan langsung di tempat pelatihan. Di sebuah ruang terbuka, tanpa partisi namun masih beratap. Sejuk, sinar matahari bisa menyapa setelah jam 10 siang. Di sebelah barat terdapat kolam persegi panjang seukuran lapangan badminton. Dikelilingi pagar bambu, dengan hiasan daun-daun markisa yang membentuk kanopi. Di sampingnya, ada sekitar 50.000 bibit sengon. Lokasi itu Nampak asri dari jalan yang ada di sebelah baratnya. Dari tempat peserta duduk, gugusan pegunungan yang membentang dari pantai selatan hingga pengunungan Raung terlihat dengan jelas. PP Darussalam Unit 3. Itulah deskripsi singkatnya Di tempat itu pula, selain harus menyiapkan peralatan ibadah magrib. Kita juga harus menyiapkan losion anti nyamuk setiap kali matahari telah menghilang dari langit senja. Nyamuk di sini janjek liar Tempat beres, semua beres. Keculai en a er a es u em be er, Narasumber. Entah karena mereka tau tak akan kami bayar atau emang apa. Semua minta ganti jadwal. Ada yang minta ganti hari, ada yang minta ganti jam, ada yang minta pindah dari siang ke malam hari. Ada yang ini itu. Termasuk permintaan semacam penyediaan liquid C…… D…. (LCD) atau kurang lebih maksudnya “tolong sediakan projector dan screen”, Semua bisa dilalui dengan selamat sampai tujuan, meski ini harus meminta tumbal (mis****. Capek dll.) dari sebagian panitia. Satu hal yang terlupa, aku lupa sms kamu, lupa mengingatkan kamu untuk makan dan mandi #3 On Fire Berita acara Lakmud dimulai tanggal 4 januari 2013 Pembukaan dilaksanakan setelah shalat jumat Dibuka oleh Mr. Khozin haris (beberapa menit sebelum waktu shalat jumat, terjadilah percakapan antara seorang anak manusia dengan FB nya “hari jumat, tidak usah jumatan tapi punya pahala yang sama atau lebih dengan shalat jumat ada ga ya??” kalimat yang tertulis pada wall FB. ====== tertidur dan bermimpi bertemu Rasul. Titik – sebuah jawaban yang juga dia praktikkan) #4__ Dial Log In Bandung Bondowoso bisa merubah batu dan sebidang tanah menjadi komplek Candi Sewu dalam semalam. Itulah Bandung Bondowoso, sorang satria yang namanya kini dijadikan nama daerah, Bandung yang terletak di Jawa Barat. Kota sejuk dengan kekayaan para gadisnya yang cantik. Sedangkan Bondowoso sebuah kabupaten yang terletak di timur Jawa dengan mayoritas tanaman singkong yang merajai wilayahnya. Terkenal sebagai penghasil tape yang manis. Mirip gadis Manis: Tape Manis Sedangkan kami, panitia tertantang untuk merubah ruang kuliah dlam waktu setengah jam untuk disulap menjadi tempat dialog. Tantangan terbesar adalah menata meja ukuran 3x2 sebanyak 7 buah menjadi sebuah pentas. Akhirnya kami bertiga menata panggung akbar tersebut, Junior 1 dan junior 2 menmaniku (nama sengaja disembunyikan karena menyangkut martabat manusia). Tak sempat terpikir apalagi diharapkan, kedua junior kesurupan saat menata pentas. Tak terkecuali temannya kedua junior, bedanya dia tak begitu parah. Meski mereka kesurupan dan clometan tiada henti, namun mereka tetap bekerja menata tempat tersebut. Konon mahluk halus yang menyusup pada sukma mereka berasal dari luar daerah. Bukan dari Banyuwangi, itu artinya ini adalah ulah mahluk halus iseng bukan hasil niat buruk tetangga yang mungkin terganggu acara kita. Dugaan mahluk halus dari luar kota itu semakin terasa benar saat dari mulut junior keluar kata-kata perkenalan secara bergantian. “ MASIH BERSAMA MO,,,, NA,,, TA” “SAMUDRA RECORD, HM JOMBANG, SAYA SI RAMBUT JANGUNG MEMPERSEMBAHKAN……*7^%$##2??><.,.,. ….” Ketika junior 1 berkata demikian, aku sudah tersadar. Aku bisa meraba-raba dalam pikiranku. Jin yang masuk dalam diri kami adalah setan dari jombang, rambutnya panjang sebesar jagung dan berwarna kuning seperti jagung. Ngeri juga sebenarnya. Namun tiba-tiba dugaanku sedikit berubah. Masa’ iya ada mahlus halus bisa berbahasa inggris atau bahkan berasal dari sana. Tiba-tiba junior 2 sambil agak membungkuk dan berekpresi seperti orang yang mau bersin dia ngomong tidak jelas “YONG JENERASEN OP MUSIK. DE BESSSSSSS, DE BESSS DANGDUT !!!”, seketika aku membaca surat-surat pendek yang aku hapal sebanyak mungkin. Ternyata dan ternyata, perewangan MC Dangdut Koplo telah menguasai segenap jiwa raga kami. Music…….!! bersambung

Selasa, 05 Juli 2011

'd Returnio My FatTHY

Denting itu telah berubah,,,,,,,

Setidaknya setelah keyakinanku yang hilang beberapa waktu kemarin telah kembali seperti saat ini. Bagaimana bisa yakin tentang janji surga jika Yerusalem sangat jauh dari rumahku. Apalagi Gereja Santo Petrus, tak kalah jauh, pun kota suci lainnya. Namun keyakinan jika aku salah satu jamaah yang akan masuk surga Tuhan yang dijanjikan tiba-tiba kembali hadir. Dan keyakinan ini muncul ketika aku bersama dengan orang-orang yang penuh ketulusan mengumandangkan pujian kepada Putra Terbaik. Penuh keikhlasan dan kekhusu’an

Ritual ini dimulai dengan mengucapkan salam kedamaian dan keselamatan bagi seluruh jamaat yang hadir, sebelum itu kami telah duduk melingkar di dalam bangunan agak tua ini. Bangunan ini dikelilingi rerimbunan pohon tropis, berada di ketinggian 2000 m dpl. Bangunan dengan dinding tembok ini sedikit ringkih menyambut kedatangan udara malam gunung namun tetap dengan senyum menyambut kedatanganku. Hawa dingin tetap menerobos masuk dan berlari- lari diantara celah kami duduk, mereka tak mau sekedar mengintip upacara kami dari balik jendela. Udara dingin ini semakin memperjelas kehangatan diantara kami itu ada. Kehangatan yang terasa kecil ini tetap menampakkan warnanya meski mungkin hanya pendar diantara sinar yang menyilaukan.

Jumlah kami tidak banyak, tak sebanyak lembaran naskah salinan manuskrip yang telah berumur ratusan tahun itu , jika saja setiap dari kami mendapat kesempatan untuk membaca syair – syair pujian agung itu secara bergantian, maka jumlah kami kurang.

Orang-orang yang kaya hati ini berkumpul dengan Kesederhanaan, mereka semua datang dengan memakai penghangat tubuh yang beragam. Mencoba bercanda dengan takdir alam yang dingin di malam itu dengan semarak warna warni jaket, blazer dan macam- macam yang berbeda. Namun keragaman itu tak membuat kami berbeda, setidaknya kami disatukan dengan kesamaan сароhг – semacam sarung yang dipakai hindu india- yang kami kenakan

Kesederhanaan yang aku lihat ternyata tak bisa dirasa oleh telingaku, lantunan- lantunan kisah melalui syair-syair cinta ini begitu agung. Melengking- lengking, campur baur nadasuara, tinggi rendah menjadi satu dalam irama yang khas. Merendah dengan sopan dan terasa berwibawa saat nada meninggi.

Nada nyanyian perlahan mendatar ketika sampai pada Narasi Kejadian kisah suci. Kemudian suasana menjadi menggetarkan hatiku ketika puji-puji itu dikumandangkan bersama.
Malam ini kami tidak ditemani oleh perkusi, tak ada partitur untuk sekedar meletakkan naskah agung ini. Begitu sederhana, di keheningan malam dan di tengah dinginnya udara malam gunung yang mengalir dari puncak. Suasana hikmat, aroma Zibethinus yang banyak terdapak di sekitar tempat ini menambah keharuman(paling ga ini tercium oleh hidungku, hehe) kami menuju ke-khusuk’an bersenandung cinta

Bayu, 3/7 malam yang dingin

Kamis, 23 Juni 2011

Kuli-Kuli Nyata orKongkow Nongkrong, Gue Pilih semua..!!

Di saat yang hampir bersamaan, kampus yang memiliki ghra sabha pramana juga melakukan pelepasan, di eksekusi oleh Bodiono sang wapres RI. Beberapa hari kemudian hal itu juga terjadi di balai kecamatan songgon. Bedanya ini tiak dilepas oleh wakil presiden,... wakil gubernur atau sekedar wakil bupati. Melainkan oleh pak camat yang gagah banget,-begitu kata teman2 cewek. Pak ketua sekolah tinggi agama islam ndilalah juga tidak bisa hadir. Dari sederet umbi rampai terseliplah kalimat yang isinya kurang lebih begini “SAATNYA MAHASISWA MEMPRAKTEKAN TEORI YANG TELAH DIAJARKAN DI KAMPUS” (teori opo to pakkkkkkkkk....)

Mulai saat itu, tertanggal 18 juni jam sepupuluhan (karena masing2 arloji waktu itu tidak menunjukan saat yang sama) dimulailah penerjunan para TENTARA-TENTARA TUHAN PEMBANGUN BANGSA, semua mahasiswa yang mengenakan jaket imun warna coklat telah resmi menyandang status mahasiswa KKN, dengan segala akronim yang bisa dipilih sendiri-sendiri.


Kami yang ada di kelompok 4 desa bayu merupakan kumpulan para utopis- utopis pembangun kampung. Berbekal semangat yang menyela-nyala tanpa pernah membakar diri. Seabrek tema telah kami siapkan untuk intern kelompok yang terdiri dari major KINDER TECERA ini,diantaranya Sparkling KKN Kel. 4; kemudian Smiling KKN 2011 dan juga ada sich yang mengusulkan tema agak panjang mengambil dari lirik lagu We Will Rock U Milik band legendaris Queen, yakni buddy you are student make a big noisy playin’ in the village gonna be a big man some day- buddy you are old man poor man pleadi’n with our theory gonna make us some peace some day.


Dan pagi ini di hari Senin, 20 Juni 2011 terlihat begitu mengasyikan para hawa belanja di mlijoan, begitu keibuan. Sedangkan para kaum cowok terhipnotis dengan bayang-bayang mempunyai istri solehah, terbukti dengan gaya mereka berucap,”rek gekne kopi rek”. Selamat datang diriku diantara kawan-kawan bercita di desa bayu. Selamat datang dan bekerja bersama-sama, sama- sama kerja kawan- kawan . di desa jarah ini ayo kita buat adonan cerita agar mednghasilkan roti sejarah yang manis

Selasa, 10 Mei 2011

Camp-US # 1, dudu Orange County



Inilah adat istiadat yang terjadi pada mahasiswa, setidaknya pada diriku. Semester pertama, sangat aktif kuliah, cenderung berlebihan, kalu dosen bahasa Indonesia menyuruh membuat sebuah kalimat dengan satu kata dasar, maka yang tercipta adalah sebongkah paragraph dengan segala alasan-lasan yang meringankan hasil karya itu untuk dilempar ke tempat sampah, jadilah KARANGAN ARGUMENTASI yang ditangisi. bahkan dalam urusan absensi, dalam seminggu kadang datang delapan hari. (Akh, ini Hiperbola bahasa aja rekkkk, )

Kawan-kawan berikut ini cuplikan kronik yang aku alami selama 6 semester, memang ada niatan narsis pamer masa silam, tapi aku niatkan untuk membantu kawan2- ya mbok menowo ada yang mau mempelajari sosiologis dan antropologis mahasiswa lewat kisah berikut ini, heheee

Semester 1 - 2.
Kuliah sangat semangat, chauvinis begitu subur tumbuh dalam diriku. Mengakar kuat, serabut sekaligus tunggang. Pada masa-masa floating seperti ini sensor yang terintregasi dengan pancaindera adalah yang negative, dengan demikian jika ada sepuluh mahasiswa yang berbaris di depanku maka hanya ada 1 yang baik( dengan selama sinonimnya), 9 selebihnya jelek( dengan segala sinonimnya). Bahkan kadang2 dari sepuluh yang ada sebelas diantaranya jelek (including m*s**f). belum para dosennya, hahaaaaaa
Mobilitas tinggi, semanagat ikutan kegiatan apa aja, ga dibayar bahkan kalu harus membayar pun mau. Dan bahkan pernah suatu kali aku didudukkan(disidang) oleh seorang yang lebih gedi namun tak lebih gede dariku, gara-garanya aku telah mengikuti rangkaian acara yang katanya itu diadakan oleh ras di luar mereka, mereka bahkan mencurigai aku telah menjadi korban ujicoba Mesin Pengubah Keyakinan, gek opo………. Kui. Dan perundingan damai menjadi akhir atas peristiwa tersebut.

Saat menerima KHS (Kwitansi Hasil Sontekan) angka ganjil di atas 1 masih terlihat pada kolom jumlahnya. Dan pertumbuhan nilai itu ternyata tidak sesubur tanaman BF (black feels) yang tumbuh dalam diriku, bersamaan dengan langkanya pupuk di pasaran.

Semester berikutnya dia layu, bahkan hampir gugur


Semester 3 - 4,
Pesan-pesan moral dosen selama 12 bulan(dipotong hari libur + bolos yang disebabkan oleh aku dan dosen) yang dengan susah payah masuk ke dalam otak dan hatiku, akhirnya ada juga yang mengendap, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit (harusnya menjadi gunugng ya,,,,,)

Pernah dapat peran ikut berpartisipasi dalam gawe pemerintah [lihat catatan pemilukada banyuwangi under cover] itu pun Jan Huh Huaduch Pollllllll Poko-e.
Sampai2 berefek pada kegiatan kampus maupun kegiatan kanan-kirinya kampus, jarang ikut kuliah, kuliah selalu (paling tidak) 20 menit terlambat masuk, alhasil Grand 97 selalu terparkir selalu paling pojok mbouri dewe. Kadang ga dapat kursi di dalam ruang kuliah itu agak sering. Dan parahnya kalu sudah begini saat nekat ambil kursi di rang tertentu pasti dapat teriakan dari mahasiswi yang mendadak dangdut jadi pemandu sorak dengan teriakan “HUUUUU……!!”
Ga apa-apalah, tambane ga kelakon jadi pemain basket, heheheee.
Dan yang lebih sering keluar meninggalkan kuliah setengah jam sebelum lonceng berdenting usai. Tau ga apa efeknya….??? Akhirnya aku ga pati kenal arek2 angkatan terbaru, pol2e kenal anak kelas sebelah itu pun satu prodi, OMG!!!!!!!!!., walehhhhhhh ruh wajae arek2 hahaaa, dan…

Juga, Saat kawan-kawan rame bisa latihan demo di depan kantor-kantor aparatur Negara, aku ga bisa ikutan kawan, bechhh. Padahal ini ajang pencitraan sekaligus menjadi semacam INISIASI-setidaknya ini menurut mereka. Mau bagaimana lagi rek, hati besar maunya ikutan, namun apa daya, tanggungjawab telah menungguku. Meski hanya duduk tetapi apa yang aku lakukan di saat bersamaan itu jelas betul konsekwensinya jika harus aku tinggalkan dan bergabung dengan kalian untuk (paling tidak ada >100 orang tua dan sekitar 9000 orang akan marah2 jika saat-saat itu harus aku tinggalkan untuk demo-yang jika manajemennya ga bagus malah berefek anti nilai terhadap para demostrasiyyin, heheeeeee).

Dan yang lebih mengerikan meski sering berdiskusai di rumah beberapa dosen justru pada matakuliah yang mereka ampu itulah nilaiku berlabeh 5 huruf LAGAG

Semester 5 – sekarang

Akhirnya, siuman dari Junkis yang lumayan lama, lamanya sama dengan persamaan berikut 3-4 semester= 12 bulan = 1 tahun, maka x adalah?.

……. Kui suwi lo rek……….

Kini aku mulai rajin kuliah lagi, berangkat lebih awal, berusaha sebetah mungkin berada di dalam ruang kuliah, namun aku tetap ga bisa ngilangin terlambat masuk kuliah, ya gimana lagi. Masuk kuliah harus nunngu jawaban sms “ada kuliah ga?”, setelah itu nunggu lagi jawaban “di ruang berapa?”, belum lagi termakan waktu mencari koordinat ruangan itu berada. Bahkan saking tidak hapalnya dengan navigasi di kampus, selama 1 tahun aku baru tidak tahu kalu disamping ruang kuliah lantai II yang barat terdapat urinoir disana, padahal setiap kali istrahat aku selalu membaca buku sambil duduk2 persis di sebelah ruang “Praktek Ikhlas” tersebut.


…………. Akhir adalah awal yang baru
Kenapa Orang-orang berkata ungu juga jingga,
Padahal mereka terpisah hijau, biru, nila.

S’nJ
BC, 43 minutes from cruise from the peak of monday

Senin, 25 April 2011

mPu Gandring Moring - Moring- gara-gara kamu

…………………….. namanya juga cerita
mPu Gandring terkulai lemas tak berdaya merasakan keris tak bergagang tertanncap mengenai ulu hatinya bukan berarti ia merelakan dirinya terpedaya oleh kebrangasan ken arok, membiarkan dirinya mati tertikam keris buatanya tewas tersusuk keris tak bergagang sungguh lara yang abadi dalam sejarah,namun keadaan ini adalah pilihan yang harus ia ambil dari pada merasakan nama baiknya tercemar.
Menurutnya, Mati dengan bersimbah darah lebih bergengsi dan lebih tidak underpressure dari pada harus membiatkan dfirinya terkena tekanan yang bukan berasal dari batu meteorit tersebut, yaitu komplain.
Diceritakan dalam serat awang-awang , mPu Gandringmerupakan salah seorang yang sakti mandarguna, ia memiliki kemampuan meramal kejadian yang akan datang tanpa metodologi SWOT maupun tanpa mengutip karya John Neisbit; Megatrend 2000.
Dalam ramalan yang ia sabdakan sendiri, ia telah memperkirakan bahwa keris tersebut akan mengalami masa MEJEN sebelum digunakan Ken Arok untuk menghabisi Tunggul Ametung, meski mejen itu hanya terjadi sehari tepat selama bulan nampak sebesar tampah, atau sebesar Roti Maryam jika terlihat dari mata penyuka kuliner.
Dan ternyata benar, dalam upayanya mencegah hal yang tidak diinginkan di masa depan, di awal pembuatan pusaka itu mPu Gandring melakukan Ngrogoh Sukmo Lompat Sakmongso, atau dalam bahasa kerennya ia menggunakan Teori Fisika Quantum - ia datang ke masa depan. Di masa depan itu sukma mPu Gandring melompat ke masa depan, di sana ia melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa keris tersebut mengalami penurunan kadar tuah yang ada di dalam dirinya. hal ini membuat Ken Arok mencak-mencak.
Dalam hati Ken Arok berkata ,”jika dibiarkan demikian tentu keris itu tak akan mempan jika ditabrakan dengan kulit Tunggul Ametung yang ber-tagline dibedil ngguyu ngakak-ngakak ngidek telek jingklak-jingklak”.
Dasar ken arok, pemuda yang dalam sejarah disebutkan pernah menklaim dirinya sebagai titisan Brahma (lucu yyyy) untuk melegitimasi dan menguatkan kedudukannya di istana sekaligus di mata pujaanya Ken Dedes. Kali ini juga terjadi, dia bengak bengok mengetahui keris pesanannya mengalami penyusutan kekuatan, bukannya dilihat aturan pakainya terlebih dahulu. Ia malah langsung mengeluarkan semacam surat protes kepada………..???????
Anehnya ia malah wadul kepada Kbo Ijo, blantik yang mempertemukan dan mengenalkan Ken Arok kepada pusaka keris sekaligus mengantarnya memesan kepada sang mPu Gandring. maklum, sebelumnya senjata andalannya adalah ketapel dengan cegeh pang pohon ribang. Tentu ini membuat hati sang mPu menjadi mosah –masih tidak karuan, bukannya melapor dan berkonsultasi kepada sang pembuat, malah ia laporkan kepada Kbo Ijo yang ga tau apa-apa.
“MAKLUM ANAK MUDA !!!”, begitu catatan dalam pupuh pertama Serat Awang-Awang.
Di akhir serat mPu Gnadring menulis beberapa LoroBronto yang ia rasakan karena sikap Ken Arok, yang intinya sebagai berikut:
- Ia sakit hati karena kapabilitasnya tercemar gara-gara seorang pelanggannya protes ngalor ngidul tanpa membaca aturan pakai terlebih dahulu
- Yang membuat sakit hati lagi adalah ia tidak menerima keluhan itu langsung dari Ken Arok yang mana dalam hal ini ia adalah pelanggan yang merasa belum puas sekaligus belum LUNAS. Tetapi malah mendengannya dari pihak ketiga.
- Ken Arok lupa jika upah pembuatan keris itu masih menyisakan sekarung kinang dan seikat kayu gaharu yang belum terbayar. Padahal untuk upas welingnya mPu Gandring memberikan secara cuma-Cuma
S’nJ
Mangsa bagas anyep
Wismabeka xvii/iv/xi

Jumat, 15 Oktober 2010

Mini chat, mono FO*****

Entah karena ini bentuk syukur umat manusia setelah sekian lama dalam peradaban kertas yang kemudian memasuki era digital. Mau kirim surat ada email wa akhowatuha, messenger, sms dan macem2 lainnya. Atau sebuah bentuk kerja keras untuk menghabiskan bonus sms dari operator-yang memang seolah2 berderma dengan ngasih sms gratisan. Malam ini hpku menerima sms dari seseorang yang pernah aku tolak cintanya. Tapi ya ga juga lah, wong kejadian penolakan cinta itu terjadi dalam sandiwara liburan semester. Waktu itu pertama kali aku berkesempatan tampil di atas panggung dengan Sandiwara yang berjudul “onde-onde imoet undercover NOT ande2 lumut”. Yang pasti gara-gara kamu gara-gara sms ini aku tak jadi tertidur, itung2 latihan sebagai calon pemimpin bangsa dan negara, aku harus belajar melayani permintaan masyarakat kapan pun datangnya dan dalam bentuk apapun itu wujudnya. Dan akhirnya outbox serta inbox hape ku berisi ginian…………

Received: Ehm…

Sending: Mbek…..

Received: Eee…….. kambingku lapar

Sending: Huz, ini bukan kambingjantan atau kambinghitam, ini BEO tau…~!

Received: Kirain kambing beneran……

Sending: BB EE OO/ bird parkit

Received:
Kok embek2?

Sending: kan lagi latihan vocal, mang kamu siapa masuk ke inbox orang ga permisi

Received: Aku kan gurunya beo

Sending: kalu begitu ajari aku nyanyi dunk Bu guru …

Received: Nyanyi apa ?

Sending: Terserah bu guru, mau jazz, Rock n roll ku siap. Asal jangan keroncong

Received
: Keroncong kok ga mau kenapa ?

Sending:
Warisannya penjajah, heheee

Received: ……. Rapp mau?

Sending: Bisa, mau2

Received: Tapi ini rapp arabic

Sending: Ga apa2 wes

Received: Innalillahiwaionnailaihi rojiun

Sending: LhO !!! Kok gitu??????

Received: Y iylah, judulny kan REST in Peace. Nti kalu sukses nama Albumnya obituary

Sending: Ok, lanjut

Received: Alhamdulillahi qod wafaqo……..

[Alhamdulillahi qod wafaqo adalah syair dalam kitab alfiah ibnu malik, sebuah gramatikal arab yang tersusun seribu bait]

Sending: Hahahahahahaaaaaaaaa….

Received: Kok ketawa?

Sending: Ya bu…. ini yang dibelakang ‘ngilikithik’ dari depan


Received: hmmmm……????

Received: Eh, beo namanu siapa?

Sending: Lupa

Received: Kok lupa?

Sending:
Ya, aku kan amnesia, bu guru juga lupa namaku kan?

Received: Ya, aku kan guru baru, buku daftar nama murid juga tertinggal di salon……

Guru kencing berdiri murid kencing berlari. Guru hobi ke salon maka murid hobi….??

Sending: Not Sent
Sending: Not Sent
Sending: Not Sent



Ternyata amunisi habissssssssss, bersamaan dengan itu malam kian larut, seperti pasukan infanteri saat gerilya, aku pun segera ndekem masuk ke dalam sarung atlas warisan mbah kakung untuk melakukan kamuflase.

Bismika allahumma ahya wa bismika amuut.
Pasrah urip lan patiku kanthi nyebut paduko Gusti kang murbeng dumadi


********

Aku terbangun, ndilalah terlihat oleh mata yang belum digi-rai ini monitor hape sedang mlirik, menandakan waktunya isi ulang energi. Cancuttaliwondo, segera aku lakukan prosesi pengambilan energi Listrik untuk dimasukan ke dalam lumbung energi hape. Hari ini gratisan sms harus aku dapatkan lagi, kirim 2 gratis 100. tapi untuk mengawali langkah mulia itu kepada siapa kau harus kirim sms. Langkah taktis aku ambil.

“Tuhan memberkatimu”

Tak ada salahnya sms doa itu aku kirimkan ke nomorku sendiri. Hehee…….

Satu tantangan telah beres. Kini sms kedua kepada siapa ya…….?


Melalui perwakilan dari segenap kemampuan otak kiri aku berkonsultasi dengan jajaran otak kanan, rembug kecil2an untuk memutuskan kepada siapa sms pambuko ini aku kirim. Pagi yang cerah telah menginspirasiku untuk mengirimknannya kepada “bu guru” yang tadi malam.
Sambil ngetes bahasa inggris dan sekaligus untuk mencoba mengikuti tren mirip @fiksimini yang lagi kondangkaluko di twitter. Aku menulis seperti ini

“her name is Dedes Ayu” I answered.
She looked dislike with my answer. May be jealous.

Yes, 100 sms gratis aku dapat, lumayan untuk mengumumkan jadwal bersih2 kepada tetangga lingkungan RT rumah

*****
Sambil memegang hape kesayanganku, aku memandang ke arah dinding rumah, mengamati dua ekor cicak-cicak di dinding yang diam-diam merayap namun tak ada seekor nyamuk yang datang jadi ya tidak hap-hap lalu ditangkap. Mereka sedang kejar-kejaran. Yang sedang terlintas dalam pikiranku bukan mengenai kenapa mereka saling berkejaran, namun sejak kapan nenek moyang mereka bercokol di rumahku yang sering bocor ini. Juga ketika aku lihat di rumah-rumah gedong mereka selalu ada. Kemungkinan otomatis tetap tidak salah menurutku.

Tiba-tiba bu guru datang lagi dalam pengejawantahannya berupa pesan singkat

Bu guru: Mksud smsmu tadi pgi po se ?
Gk mudeng aq

Aku: Cntoh kalimat langsung, flshbak plajaran bhsindonsiakels V

Bu guru: Ow, ikutan ‘are u smarter than a fifth grader?”

Aku: Not “5th grader” but “Student of UNAIR” heheee

Bu guru: Dasar jelek…!!!!!!

Aku: HE, Q hitung2 km dah blag gtu 5 kali. kalu sampe 10 kali, aku tkt nti AKU ***** PADAMU loh


Bu guru: Kurang krjaan bgt y, g ae dhitung. Hehe, yg disensor tu ap?
BENCI?

Aku: Kok tebakanmu BENCI?
BENCI itu kan bener2 C****
Yg bner GIGIT


Bu guru: Bnar2 C**** pa luw? Km bhs indo dlu dpat brapa c?
Mn ada klmat « AKU GIGIT PADAMU” ga bres !

Aku: Hahahaaa, padamu itu kan u/ kta sifat.

SEBEL


Bu guru: Aq seneng deh, cz km sebel

AKU : Tetapi yg ku maksud disini …

GIGIT
Dasar agen GR. Hu… Dedes Jelek!!!

Bu guru: mag kmu pux gigi/ mw gigit pake apa ?????

AKU : q mag g pux gigi. Mkax q pinjam gigi di koprasi simpan pnjam. Kalu dsa na g dpt ga p2 kan q pinjam gigi kmu. Tp ga ah, km kan jelek. Pasti gi2x jg jelek

Bu guru: Shulhan lebih jelek…!!

AKU : Dedes jelek berkali2

Bu guru: Shulhan jelek pangkat sejuta

Aku: Ugly Dedes, whek……!!!

Bu guru: Freaky shulhan

Aku: Friendly
Rich
Elegant
Alert
Kind
Ya sudahlah, ……….SHULHAN


Bu guru: Dasar kucing garong

AKU: mentang2 pux glar DEDES KEKAR BADAK BERCULA SEMBILAN, trus manggil nama temanxa senakx dw.

Bu guru: dasar jelek….!!!!!!!! suka ngutang onde-onde d kantin. Ad yang belum km bayar kn sampe skg??!!…….

AKU : itu kan kecelakaan sejarah saat SMA. Kasus itu dah ditu2p oleh BK, plisss jgn diungkit2 lagi ya jelek….!!!

AKU: plissss jangan diungkit2 lagi, ntar aku janji mau jadian ma km dechhhh

Bu guru: wheekkkk, pede. Siapa yang mau ma km… !!!

AKU: whek whek whek juga, siapa juga yang mau sama kamu. Kalau pun di depanku ada sepuluh granat yang tidak akan diledakkan aku tetep tidak mau…


Bu guru: Gak mau ngapain… ???




Tiba2 makpet……, hape mati
*******
Beberapa waktu setelah itu,
Akhirnya mereka hidup bahagia……………



not THE END







S’nJ
14/10/10
Nite/bc

Bu guru=pengirim sms= Dedes kusumawardani (mahasiswi semester V kedokteran UNAIR,- yang sampai saat ini belum pernah dan sangat ingin melihat ruang dalam U-boat di monkasel. Huu…… ndeso !!!!!!!!)

Jumat, 16 Juli 2010

Pemilu Kada Banyuwangi- Under Cover.

Di tengah umek-umek sebagai PPS baru, campur aduk curiga, was was dan hal sarulainnya termasuk juga rasa rodo ewuh kepada mantan PPS lama yang telah berkuasa hamper 32 tahun yang kini te-reformasi oleh kami. Ada banyak sekali beberapa hal janggalyang membuatku terpingkal-pingkal. Bahkan beberapa peristiwa ganjil yang terjadi di mabes PPS juga membuat tubuhku menggigil.
Kami bertiga adalah anak muda yang masih agak bego meski begitu kami juga tak mau disebut bodoh. Berikut ini klip freaky moment menjelang, ketika dan pasca Pemilu Kada Kabupaten Banyuwangi-yang khusus di PPS Tegalsari kami beri imbuhan happy ending; pemilu kada banyuwangi happy ending
**********************

H-1; malam hari

Suara dari spiker TOA bergema kemana-mana, sumber suara itu dari mobil yang berisi kolaborasi 3 anggota PPS Tegalrejo-yang sering kami sebut Putra Daerah, seorang operator , sopir dan aku seorang diri dari PPS Tegalsari. Kami siaran betapa pentingnya Pemilu ini untuk tidak ditinggalkan.
“Awas ojo sampek ngangge slogane calon ndo,” terdengar nyaut tanpa sengaja.
“besok hari rabu, 14 Juli jam 7 sampai 12 jangan lupa dating ke TPS terdekat. Gumakan ak pilih anda dengan cerdas, pilihlaah sesuai hati nuerani dan akal pikiran,’ kalimat itu muncul dari mulutku.
Mak bhlekkkkk……… roda belakang mobil ndlesep ke dalam Lumpur di daerah bulak Krasak. Ini baru pakai akal pikran

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Beh,,, jiangk*******, Polisi ne akeh men to ndo. Linmase tuwek-tuwek tapi yo uakeh pisan,” kata Bastomi kepada orang yang berada di ujung saluran teleponnya.
Menggerutu dan mrecang mrecing ketika tau pengeluaran malam itu sungguh fantastis. Takbirotul ihrom di masjid Baitul Abror belum dimulai, tetapi kas di lumbung bendahara PPS telah keluar sekian Dolar Indonesia hanya untuk beli kacang.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Honda grand 97 terdengar nggereng begitu keras ketika Shulhan nguntir gas motor yang dicuci 3 minggu sekali itu.
“Ngappunten lo pak, kula numpa’e kasar, niki kudu dugi TPS dengan cepat,” kata Shulhan.
Dia mencoba berkata derngan sopan kepada bapak Linmas yang dua kali lipat lebih tua dari ayahnya itu. Perjalanan menuju TPS 1 terasa berat dan sangat menegangkan, jalan berliku dengan lubang permanen karena aspal telah rusak menimbulkan sensasi tak kalah seru dengan pembalap liarjalanan Madagaskar.
Mboten nopo-nopo dik, kulo malah kadang lebih kasar saking nki numpake,” begitu jawabnuya dengan percaya diri.
Tanpa terduga…………
Griyyyyyyek!! joglangan di dekat jembatan jurusan Mojosari membuat shock motor anggota PPS itu terasa nggedokq. Namu anehnya bapak Linmas yang sedari tadi setia duduk di belakangnya tidak gentar sama sekali. Ketika mata kanan Shulhan mencoba melihat kondisi tiyang sepah yang ada di belakangnya melalui spion, kedua tangan bapak Linmas itu terlihat njegithet ketakutan.

*******
Mabes PPS yang berada di komplek Balai Desa Tegalsari hanya berisi satu anggota PPS, sementara Hakim Fauzi masih sibuk mondar mandir mencari pecahan uan. 30 meniut lagi diprediksi para kPPS berdatangan. Namun uang untuk honor mereka belum siap, dan itulah yang membuat Fauzi –anggota PPS dari unsure pemuda pemain sepak bola PESAT - itu kedodoran. Sebagai bendahara PPS dia bertanggungjhwab melayani keuangan termasuk menjelaskan bagaimana potongan 1,5% ; 5%; dan 15% untuk honor KPPS tidak disalahkan artikan sebagai asupan gizi untuk para Gayus. Hehehe.

Biyuh….. lhakok pating brudul tekone wong-wong kata bastomi dalam hati.
Melihat KPPS berdatangan dengan membawa kotak suara secara gemberuduk. membuat dirinya was-was. Maklum saja karena adua anggotanya masih belum berada di tempat. Hakim Fauzi masih mencari uang receh, sedangkan Shulhan masih berada di sekitar pesantren Mambaul Huda. Dan yang pasti motor Honda Grand 97 yang dikendarainya meluncur dengan kecepatan mesin 12000 rpm dan kecepatan 60 km/hours….. sementara itu, kondisi bapak Linmas pasti masih seperti semula, harap-harap lemas.

Balai desa sudah sangat ramai ketika Shulhan datang. Bastomi kemudian membentuk emergency desk penerimaan kedatangan kPPS, dia meilih menangani kotak dan Shulhan mendapat bagian menangani berita acara perolehan suara. Ribet sepaneangdan tegang-meski Jupe tidak ikut mencalonkan diri di sini- menjadi satu. Untung kerjadian itu sedikit bisa teratasi dengan bantuan Mr. Muklisin sebagai oprang yang mendapat SK Penjaga Kantor dari PPS. Juga Pak Bonahar yang menjalankan idenya untuk langsung menampilkan hasil rekapitulasi big screen. Paling tidak penggunnaan IT telah masuk desa.

Di tengah kacau balau dan gemuruh disertai gemerincingh gamelan dari grup band resmi Bethari Durga dari Kahyangan Setro Gondo Mayit( alias desas desus yang sangat tidak enak. Semisal tokoh masyarakat yang seharusnya mengayomi tapi malah nggembosi kinerja PPS dsb.-Red) tiba-tiba setelah sekian menit jelas-jelas diharap kedatangannya, fauzi pun tiba. Tanpa raut wajah yang menunjukan ekspresi Siaga Satu, dengan bahasa lirik Suroboyoan nan sehalus logat Solo dia bertanya,
“He…… enek opo, enek opo?”.
Wes ngerti Hittler pemimpin NAZI urip maneh, dunyo arep ambruk. Lha ….kok isik tako’, dan itu yang menjadikan kita semua yang tau dan melihat Fauzi jegaga’an karepe dewe. Dunyo…………….!!!!

Fauzi….. Fauzi….. gerakan senyapmu bagaikan Radiator di bawah tangki YAMAHA VIXION, aduh…………….


Pagi sebelum itu terjadi

Dengan mata kriyip-kriyip aku melihat Bastomi antri dengan Negro, polisi yang bertugas mengamankan markas PPS kami. Aku teringat dan menduga apa serta kenapa mereka.
9 jam before the accident go on,
“ Ayo ndo kabeh munggah neng Dapsun!” kata Bastomi.
Sa’ kal makbredul, dua polisi dua PPS dan satu penjaga kantor yang sekaligus sebagai pengemudinya beraksi.
“Selesai distribusi langsung cari makan,” perintah sang ketua PPS
“Di mana?” Tanya sang sopir
“Rantinem ndo..!” jawab Negro
Sepertinya Negro tidak tau jika ucapannya akan menentukan nasibya 9 jam ke depan dari saat itu. Negro, polisi yang suka menyimpan pistol tidak di temnpatnya dan menggantinya dengan rokok LA memang menjadi the victim of hope.

Singkat cerita, karena euphoria bisa menikmati ayam pedas di musim lombok larang banget membuat mereka lupa daratan perut. Dan akhirnya serangan fajar terhadap perut mereka di pagi itu pun terjadi

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
13 Juli 2010.;

“Pak Sulani…. Kotaknya datang,” teriakan itu ditujukan kepada penghuni rumah yang halamannya dijadikan TPS 9.
Setelah agak lama menunggu si empunya rumah keluar, transaksi terjadi. Kemudian…..
“Kuncine pundi pak” tanya beliau
Shulhan yang tak lain tak bukan aku sendiri menjadi gupuh seketika, seakan reputasi sebagai penanggung jawab distribusi menjadi tercemar. Sa’kal Sa’ enek’e wong udur2an. Sopir, polisi, PPS dan PPL yang ikut mengawal mobil itu pun saling ribut. Gaduh tanpa konflik SARA. Kunci tak ditemukan, namun tanpa diduga-duga satu kalimat dari Sulani, si pemilik rumah bisa menjadikan kami ayem tentrem
Kok mesti anggger pemilu kuncine ical nggeh,”
Damp**………….., untung kunci cadangan masih tersimpan. Huh…. Ra omong ket mau
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
“Halo bisa bicara dengan bapak Rouf Riyadi”
Suara itu terdengar setelahg pemilik nomor 081xxxxxxx yang dihubungi Bastomi dari Nokia silvernya mengangkat panggilan.
“Yes I do,” jawab laki-laki 65 tahun yang menjadi ketua KPPS 23. meski pada Pilpres kemarin Mbah Rouf menjadi PPS dan sekarang hanya KPPS, dia tetap semangat bugar segar.
“Mengingat TPS 23 hanya ada 178 nama dalam DPT, besok jika jam 9 pencoblosan belum usai. Ketua kPPSnya akan dibunuh….!” Gertak Bastomi kepada sesepuh yang seperempat giginya telah rompol.
“Lam….bemu no Bas!, kui lek aturane KPU Yugoslavia…!!!”
Hahahahaaa….. dan semua orang yang mendengarnya tertawa saat itu juga


Pemilu Kada Banyuwangi - Happy Ending, merupakan judul atau slogan yang dipakai oleh PPS Desa Tegalsari. Kami bertiga sepakat jika penambahan kalimat itu menjadikan subtansi pemilu kada bermasalah. Kami siap dibawa ke Jakarta untuk disidang di MK. Hahahaaaaa…!!!!
Alhamdulillah, pelaksanaan Pemilu Kada adem seger mirip es krim Walls yang harganya Rp. 2500. pokok’e happy ending, untuk itu kami:

Subhan Edy Bastomi; lulusan PTS. Saat ini bekerja sebagai mandor tembakau

Ahmad Shulhan Hadi; mahasiswa Ibrahimy yang selalu datang ke kampus namun jarang mengikuti materi dari dosen. Moco novel utowo komik luwih becik tinimbang ngrungokne kuliah teko dosen kanti ngoyo

Hakim Fauzi; guru olahraga. Bene’e mau menikah. Tapi gorme’ bona’ bene’e

Janu, Faris(negro) dan Candra; ketiganya adalah anggota Polsek Tegalsari yang bertugas di tegalsari di bawah komando Pak Gun selaku Kanit Bina Mitra polsek Tegalsari.

P. Mukhlisin; staf desa Tegalsari. Mandataris PPS untuk penjaga kantor

Mbah Abi Kusno; komandanPASPAMRES PASPAMDES-Pasukan Pengaman Desa

Prayudi, S. Sos Kades Tegalsari, Ayah dari Citra- Alumnus SMAN 1 Genteng( Mahasiswi Unair Surabaya). Opo maksute nggow2 anak’e pak lurah ki he,,,,

Mengucapkan terimaksih kepada dulur-dulur kabeh yang sadar bahwa pemilu ini milik kita untuk kemakmuran Banyuwangi

Senin, 31 Mei 2010

Seandainya semua Pemuda sepertiku….!

“Jangan pernah lupakan jasa gurumu, siapapun dia”, kata ibu


Anauriyd wa ana maujud

Ketika sadar menjadi bagian dari bagian bukan yang terbaik maka yang harus aku lakukan adalah sadar memilih dari yang tidak baik tersebut yang paling baik.

Dengan demikian bukan putus asa yang aku pilih, tetapi menjadi sombong adalah suatu pilihan. Menjadi orang sok lebih baik dari pada bersikap masa bodoH. Lebih berguna bagiku menjadi sok pahlawan daripada menjadi sok pecundang.

Dan semua itu ada dalam diriku, aku nyaman dengan segala kekurangan yang telah menjadi warna dalam diriku. Aku adalah orang yang………………

Paling tidak suka melihat ketidak-seimbangan, aku lebih suka sesuatu yang seimbang meski itu adalah sesuatu yang buruk. Aku akan lebih nyaman melihat cewek tidak cantik sekaligus tidak pintar daripada cewek cantik yang tidak pintar

Aku berpikir divergen, dalam berbusana. Ketika lagi booming t-shirt SKA maka aku adalah orang yang tidak (bisa)mengikuti hal tersebut. Orang rumah (terutama istrinya ayah dan anak perempuannnya) paling sering berkata A_B_C D….. agar aku mau berpakaian ala mereka. Asketis,.

Hiburan pertunjukan yang paling aku suka adalah Wayang kulit dan film, tetapi sampai saat ini masih ada beberapa hal yang belum tercapai terkait dengan hal itu. Aku ingin nonton film Daun di Atas bantal juga nonton pagelaran wayang kulit yang tidak hanya melantunkan Sinom Parijoto tetapi juga menampilkan Scene Perang di Tegal Kurusetra dengan iringan musik dari Linkin Park.

Tak ada yang menyenangkan dan menentramkan hati selain nyantai sambil membaca buku. Aku pernah terkena gejala Pilobiblic akut- menjadi marah-marah kalau lihat buku terlipat, sobek dsb. Imbasnya my sister tidak berani merapikan semua propertiku yang berhubungan dengan buku
Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak lagi, tak jarang sekarang aku harus berlapang dada-sebagaimana PMP kelas 5 SD mengajarkan kita untuk selalu bersabar. Meski kadang ga mood juga kalau buku setebal batu bata diremas-remas tangan mahasiswi yang kebetulan iseng pengen pinjam-untuk dipegang tidak untuk dibaca. .-Kutubuku.

Kebetulan aku dulu berprestasi- meski kini aku menganggap itu bukanlah sebuah kebangaan-. Mulai kelas 1 Cawu II sampai kelas VI, dilanjutkan SMP aku selalu dalam posisi 3 besar. Sering ikut lomba, mulai lomba cerdas-cermat yang sekarang jarang diadakan. Pidato, redicting holy quran, Pramuka dll. Ada sdatu pertanyaan kenapa cawu I kelas 1 aku tidak masuk 3 besar?….. ternyata di sini Paradigma yang bermain. Dahulu kala pada zaman itu aku menganggap pengertianRangking adalah seorang murid itu dikerangkeng. Sebuah pemahaman anak-anak mengenai arti kata dari bunyi, sama seperti nenek moyang orang jawa menamakan sesuatu. Sampai pada masa SMA (sesuatu yang aku anggap) Prestasi itu berlanjut. Aku mulai tertarik mendaki gunung lewati lembah, mencoba ikut-ikutan Scuba Diving dan alhamdulillah sampai sekarang aku belum meiliki Brevet dari CMAS/ POSSI,. Artinya aku belum boleh cemplang cemplung seenaknya sendiri. Berprestasi

Padahal…..
Dan
Karena…………..

Ayahku adalah ayah paling baik, dia selalu membawaku setiap kali beliau menyempatkan diri mendengar kuliah filsafat dari para Dalang. Beliau juga yang selalu siap sedia menggeblek geger inocenku saat aku ngambek untuk berangkat ke musola untuk belajar ngaji. Yang selalu mengjari ananknya untuk tidak meminta. dan yang selalu mengingatkan anaknya dengan narasi
“ bedog2 turu, engko bengi fileme G30 S/PKI”
“engko bengi filem perjuangan komarudin…..”

Dan ibuku adalah ibu desa yang mengenalkan anaknya untuk berteman dengan GATRA dan JP. sejak kelas 1. dan sampai sekarang Bobo yang beliau berikan pertama kali aku masih ingat. Berhadiah poster Saint Seiya, membahas tentang Ksatria Baja Hitam dan aku juga masih sangat ingat jika di Bobo waktu itu tidak dibahas sedikit pun mengenai ksatria dalam kisah Mahabarata seperti .Adipati karno yang dikenal protagonist namun sangat fair Play dibanding dengan beberapa Ksatria Pandawa. huh,,,,

Indonesia……. Indonesia……

Dan masih banyak lagi……..(besok aku sambung)

Minggu, 03 Januari 2010

pagi tadi Gus Dur membelaku

Ada yang menyebut dia dengan sebutan ayatullah perdamaian, bapak multikulturalisme, guru bangsa, dan sebutan yanfg lain. Aatapi bagiku dia adalah pembela kaum minoritas. Minoritas bukan hanya urusan etnis tetapi juga ranah yang lain, termasuk kebiasaan Cerita ini sebenarnya sepele tetapi dari hal yang sepele ini justru terlihat betap dia bisa menembus sekat-sekat. Pahlawan sejati memang tidak gengsi untuk membela hal yang sepele.

Terlepas benar salahnya, lioputan di Jawa Pos (3/1) telah melegitimasi pernyataanku. Dari mana akau akan memualai cerita ini yang sedikit membuatku bingung. Tolong simak penuturanku berikut ini.

Aakadang berlaku di antara kita pernyataan2 yang sebenarnya memang tidak salah tetapi tidak serastus persen benar. Mengenai rokok, dari semua penghuni atau rekan yang sering main di KEM(sebutan untuk sekretariat 2 PC IPNU Banyuwangi) mungkin hanya Kang Dur ayang pernah nyantri di pesantren Ciganjur-tempat kediaman almarhum, dan kuliah di ICAS- dan aku yang tidak pernah merokok. Kang dur ajaranag main ke kem, Cuma jika waktu kajian taiap malam kamis saja. Praktis aku yang sering bertemu langsung dengan para smoker2 itu. Amuncul istilah, adegium atau pepatah pun peroboh( opo… maksude). Kalu ga merokok berarti ga jantan….. he…..!!!!

Aku ga terima 200%. Coz tanpa rokok pun aku bisa menaklukan tingginya puncak sejati – aku juga bisa melakukan kegiatan yang mungkian tidak pernah dilakukan rekan2, scuba diving. Dan kegiatan adventure lainnya. Persoalannya sih bukan aku tidak terima atau apa melainkan lebih kepada perlawanan paradigma yang salah di kepala mereka.

Kadang aku bercerita saat aku di stasiun gubeng kepada rekan2, aku ceritakan jika di sana tiap sore di peron2 stasiun banyak sekali orang merokok dan sebagian besarnya adalah kaum hermaprodit, banci. Terus aku tanya kepada rekan2, kalau begitu yang merokok adalah banci dong…..?????!!! ahahaha

Mereka tidak terima, wah… aku berpikir harus ada statemen dari seorang yang mereka jadikan simbol untuk meluruskan acara berpikir yang salah inia.

“Karena Gus Dur pun tidak merokok”, begitu akata yang aku ucapkan kepada mereka pagi ini saat mereka umek kemriyek.

Engkau telah pergi, tetapi masih bisa membela kami kaum minoritas.
Selamat jalan Gus…
From The Blackbiscuit Code

Berawal dari yang paling bawah. alas kaki, tetapi bukan sepatun atau terompah melainkan sandal. Sandal yang baru mengenal tekstur telapak kakiku belum ada sepekan hilang entah dipakai siapa atau sembunyi dimana. Bahkan jika tim forensik darei mabes polri mencari jejakku mnelalui sandal itu kemungkinan besar (ya bisa ditemukan, he…. Ga nyambung). Sandal itu nilainya sih ga lebih dari 2 USD. Tetapi kehilangan sandal rasanya sangat “MENJENGKELKAN” sekali. Alasanya aku ga bisa menyebutkan tapi aku yakin kalian bisa merasakannya.

Di hari sebelumnya, tahun baru ga ada yang beda. Cuma muter2 di jalanan genteng, naik sepeda warna hitam honda grand tahun 97, wehh lengakapnya…. Kaosnya juga warna hitam bonceng dua brother. Rencananya main2 ke tempat belanja trus dilanjutin makan di tempat makan fast food, cepat saji juga cepat habisin uang. Ternyata tanggal 1 banyak yang tutup kecuali gurita Indomaret. Lalu……… dua kaleng soft drink dan beberapa snack terkumpul di meja kasir, salah satunya abiskuit yang beberapa waktu lalu kebingungan men-trust building kepada konsumennya gara2 isu susu bermelamin dari china, itu lho yang diputar dijilat trus disuap, (dicelupin). Oreo.

Sesampai rumah entah karena masih terpengaruh kecerdasan Robert Langdon dalam novel The Da Vinci Code karya Dann Brown yang filmnya ga pernah selesai kulihat atau mungkin terpedaya oleh relerf yang ada pada dua sisi keping biskuit hitam tersebut. Kalu diperhatikan dengan benar dan dengan tempo yang tidak sesingkat-singkatnya maka akan terlaihat simbol sebangsa Swastika atau simbol lain yang penuh rahasia. Ketika otakku loading procces ini apa itu apa, dua brotherku udah ambil saudarannya mahluk yang sedang aku pegang, belum lagi Biyung dan mantan pacarnya yang lagi menteleng nonton liputan tentang wafatnya Sang Guru Bangsa juga ikutan ambil. Tanpa kusadari aku kehilangan waktu untuk merealisasikan ketamakanku. Akhirnya….. bukan habis gelap terbitlah terang, BUT habis terasa manis aku masih kurang…………….

Lagi-lagi karena simbol, aku mengalami *SP-riyen*(dengan e seperti baca sate)- begitu aku menyebut pengalaman, yang kurang menguntungkan. Apakah di negeri aindonesia ini juga ada selain aku yang masih terjebakl dalam simbol-simbol.


Di kampus aku nguantuk banget……. Mungkin tadi keasyikn nonton film di find net, tapi apa hubungannya?
Emang nonton film menguras banyak energi?

Jumat, 01 Januari 2010

janji 2010

ini bukan janji joni yang dibintangi nicholas saputra, tapi ini janji yang aku buat untuk aku sendiri, tertanggal 01012010. janji ini mulai aku buat

1. tidak akan misuh, kecuali jika terdesak.
2. tidak akan hutang sekaligus ngasih hutangan kepada siapaun termasuk kamu
3. akan shalat tepat waktudan bangun tidur lebih pagi setiap hari
4. akan seedikitv mengubah penampilan
5. tak akan membuat istri ayah ataupun suami ibu marah
6. setiap hari punya teman baru
7. mengerahkan energi untuk making money
8. kajian ilmiah tetap jalan
9. menciptakan prestasi berdasarkan ambisi yang belum tercapai di 2009
10. serius


semoga Tuhan mendengar doaku

Minggu, 30 Agustus 2009

mengembalikan jati diri bangsa

Gajah Mada, satria yang menyatukan nusantara adalah putra indonesia,

garuda-garuda bangsa telah lahir, lahirkan kembali semangat jati diri itu

Sabtu, 14 Maret 2009

we will not go down

WE WILL NOT GO DOWN
michael heart

A blinding flash of white light

Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go downIn Gaza tonight






KITA TIDAK AKAN MENYERAH


Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusakDan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah

Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerahDi malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerahDi Gaza malam ini

PERANG PAREGREK (1)

PERANG PAREGREK
Oleh LANGIT KRESNA HARIADI
RADAR BANYUWANGI jawapos group


Api Dalam Sekam

Belum berkobar, akan tetapi pada suatu ketika bisa berkobar, sementara negara ibarat perahu, seberapa besar perahu itu, ia di tengah lautan luas yang memberinya berlimpah ombak, bisa terombang-ambing dan terguncang-guncang. Boleh jadi ombak besar itu akan mereda dan selamatlah perahu namun bisa pula ombak itu menggulungnya hingga habis tidak tersisa tenggelam seujung tiangnya.

Hal yang demikian bisa terjadi pda majapahit, apalagi apabila salah dalam mengelola. Majapahit tidak pernah lepas dari perjalanan singasari dan merupakan kepanjangan kisahnya. Singasari awal mulanya berasal dari sebuah Pakuwon kecil bernama Tumapel, disebut demikian karena di tempat itu banyak tumbuh apel, yang semula diperintah oleh Tunggul Ametungyang karena kejadian luar biasa, pemerintahanya beralih ke tangan Ken Arok, sang pendiri trah Girindrawangsa atau Rajasawangsa.

Ken arok, ia hanya maling kecil yang sesekali mencegat orang lewat untuk dirampas harta bawaannya. Namun Dang Acarya Ratnamsa sebagaimana ia menuturkan kepada Dang Acarya Nadendra menengarai KenArok, walau ia seorang maling sejatinya titisan Dewa. Demikianlah Dang Acarya Nadendra~yang menggunakan nama sandi Pancaksara dan juga nama sandi Prapanca~itu menuliskannya dalam kakawin berjudul Desawernana, yang menjadi pembuka kisah tentang Majapahit kepada orang-orang di masa mendatang.

Ken Arok adalah anak Ken Endok yang bersuami Gajah Paradari desa Pangkur, namun sejak kecil harus berjibaku dengan kepahitan hidup. Mungkin kedua orang tuanya tidak peduli atau mungkin sudah mati menempatkan Ken Arok harus bertahan menghadapi kepahitan hidup, tidak ada pilihan lain Ken Arok terpaksa harus menyambung hidup dengan cara menjadi pencuri.

Brahmana Lohgawe, sebagaimana ditutrkan Dang Acarya Ratnamsa kepada Dang Acarya Nadendra yang mengikuti perjalanan Prabu Hayam Wuruk mengunjungi wilayah kekuasaannya, brahmana itu menandai tanda-tanda gaib yang melekat pada sosok Ken Arok itu,Brahmana Lohgawe menandainya sejak menemukan jejak maling itu di pandang rumput yang banyak dihuni binatang liar bernama Karautan.Brahmana Lohgawe mengentaskan Ken Arok dasn membawanya menghadap Akuwu Tunggul Ametung yang memiliki istri yang kecantikannya tiada tara, Ken Dedes. Apabila semula Brahmana Lohgawe berhasil menerjemahkan tanda-tanda gaib yang melekat pada diri Ken Dedes. Brahmana Lohgawe curiga, Ken Dedes adalah perempuan utama yang memegang pertanda gaib Ardhanareswari.

Rabu, 18 Februari 2009

Narasi kecilku


  • Tentang Saya:

    When I Was Children
    Sebelum Duduk di Bangku TK
    Waktu ada hujan paling suka copot baju, lalu pergi ujan-ujanan. Paling suka nonton brita malam TVRI sampai muncul nyanyian Garuda Pancasila di akhir acara. Pernah bikin Ge ger orang serumah, gara-gara ketinggalan nyanyian tersebut.

    Tontonan favorit waktu itu adalah Rona-Rona -semacam tayangan ripley’s believe it or no ato record guinnes- kalo sekarang.

    Tiap malam kamis (kalo ga salah ingat) ga pernah ketinggalan nonton acara Spectrum (seingatku acara tersebut membahas isu2 internasional terutama perang. Acara tv Apresiasi, yang membahas film dan saudara2nya juga kadang ku tonton

    Acara drama yang sampai sekarang masih diingat, Ampak-Ampak Singgolopuro dan serial asing waktu itu Khaidar Ali(mungkin aku salah nulisnya) . trus Combat, Oshin-yang novelnya baru ku baca saat aku dah ga di SMA- juga

    Tiap bulan Agustus ga pernah melewatkan film2 perjuangan hingga larut malam. So, siang hari ayah tercinta selalu nyuruh aku tidur. Pas giliran akhir bulan September film G 30S/PKI juga menjadi menu wajib sampai film itu ga boleh ditayangkan.

    Selalu mengikuti karnafal 17an dan dandanan yang selalu dipakai adalah yang berbau2 militer, mulai polisi sampe Denjaka pernah q bwt mejeng di acara tahunan itu.

    Almost 4get, karnafal pertama yang aku ikuti aku berdandan dokter cilik.

    “Ku ucapkan tq bwt ibuku, meki q belom d tk, semua kegiatan bisa aku ikuti. Tak lepas dari jasa ibuku yang baik hati. Moga kebahagian selalu ada menyertaimu. Kau telah mencintai mereka seperti mencntai anakmu sendiri. U ‘re my hero.”

    Waktu di TK

    Paling tidak pinter di kelas, badan gendut. Ga ada machonya sama sekali. Pas musim hujan paling suka memprovokasi teman2nya waktu pulang sekolah untuk nggangu kodok2 yang sedang bercinta. Duh, kasihan kodok2 itu kemesraannya terganggu oleh ulahku, lusinana batu aku lempar ke mereka. Tapi watu itu aku belum tau seperti apa itu dosa, warnanya, bentuknya n segala macemnya(dan sampai sekarang pun aku lum tau).

    Saat ga di sekolahan aku anaknaya paling agak pendiam(lebih pasnya aku anaknay ANTENK). Jika teman2 main Hide N Seek, aku lah penonton setianya. Kalo pas musin main Go Back Shut Door ato Gobang Sodor alias Sodor aku selalu jadi umpan, karena larinya paling lemot. Tapi aku paling suka Soccer, waktu liga inggris belum mampir di tv, aku paling hapal all about nationl soccer disbanding anak sebayanya.

    Tokoh2 dunia yang sudah ku kenal waktu itu meski Cuma nama selain nabi Ibrahim dan nabi Muhammad yaitu Norodonk Sinohouk, Yaser Arafat Goerge Bush, Benyamin Netanyahu dan Saddam Husain.

    Saat itu music yang menjadi fav.q adalah pangeran dangdut abim (lupa aku, pokok’e penyanyi dangdut cilik). Oya, aku juga udah mulai mengenal Wayang

    Shulhan Mau Naik ke Kelas 1

    Cry is never die, aku orangnya bingung.bertanya2 di MI (SD) nanti kayak apa… setiap hari pekerjaanku bingung ini itu, dari cara memakai sepatu tali dan macem2 pokoknya.

    Cawu I

    Aku belum bisa apa2, setiasp ada pr menulis huruf sambung di buku jarlisku, ibulah aktris di balik layar, waktu itu aku belum tau yang namanya RANGKING. Ujian THB cawu I nilaiku amblas semua.

    Cawu II

    Dulu waktu THB cawu I, nilaiku yang bernominal 2 angka dengan komposisi angka depan diisi angka 5 ke bawah 2 keatas, dan angka belakang ditemati angka 6 ke atas (ex. 46, 58 dst), di unian ke-2 ini aku membalikan semuanya. Untuk PERTAMA dan SETERUSNYA AKU JADI RANGKING KELAS.

    Siklus ini berlangsung sampai aku kelas VI

    Pengalaman Karnafal pertamaku di MI diwarnai isak tangis, aku yang sudah terdoktrin senagai tentara bisa tersedu sedan lantaran dapat bagian dandan Adat Dayak Kalimnatan. Tidak…………………!!!!!

    Akhirnya dengan jiwa pengecut aku ga ikut karnafal untuk pertama kali.

    Di rumah, aku kurang bisa mengikuti perkembangan tren bermain teman2 kampung, selain emang ortuku yang protectif, mungkin emang dari akunya juga. Sedikit dah gede, teman2 waktu musim hujan tidak lagi Cuma hujan2an, tapi yang menjadi tren juga mandi di sungai saat banjir, seperti biasa aku menjadi penonton yang setia.
    Musim hujan pergi, kemarau dengan sinar matahari yang cerah menawarkan musim bermain yang ga kalah seru, setiap sore di lapangan dekat rumahku puluhan bahkan mungkin ratusan layangan (saking maraknya sampai2 ada lagu Osing berjudul “usum layangan”) siap sambitan (beradu ), aku paling tidak bisa menjadi pilot burung kertas tersebut. Partisipasi utamaku hanya meramaikan barisan anak2 yang mengejar layangan putus. Itu pun aku ga pernah dapat.
    Ketika teman2 dan orang2 rame2 memburu belalang kayu di hutan, ayah selalu memveto keinginanku untuk ikut. Sebenarnya ayahku orangnya ga protectif amat, memang dia melarangku kesana kesini. Tetapi yang lucu saat anak seusiaku belum berani main petasan, beliaulah ayah pertama yang memberi uang kepada anaknya....(2b continued

  • Siapa yang Ingin Saya Temui:

    semua orang yang punya dedikasi terhadap diri dan bidangnya